JAKARTA — Science Film Festival 2026 membawa kecerdasan artifisial ke ruang belajar melalui layar film dan eksperimen. Penyelenggaraan ke-17 di Indonesia berlangsung secara hibrida dari 6 Oktober hingga 14 November dan menjangkau pelajar di 70 kabupaten/kota.
Dua puluh film dari tujuh negara
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut festival menampilkan 20 film sains dari tujuh negara. Program ditujukan untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, dengan kegiatan yang mengajak peserta menghubungkan tontonan dengan percobaan dan pertanyaan di kelas.
AI dibaca bersama risikonya
Tema AI tidak disajikan hanya sebagai teknologi yang memudahkan pekerjaan. Penyelenggara juga mengangkat persoalan data, transparansi, keadilan, konsumsi energi, informasi keliru, dan manipulasi. Pelajar didorong membedakan materi nyata, hasil rekayasa, dan konten yang menyesatkan.
Pendekatan film memberi bentuk visual pada konsep yang sering terasa abstrak. Nilai pendidikannya tetap bergantung pada diskusi, eksperimen, dan cara guru menghubungkan cerita dengan persoalan nyata setelah pemutaran selesai.
Kemendikdasmen menyatakan kegiatan sejalan dengan pembelajaran STEM nasional. Foto pendamping merupakan arsip proyektor film pada 2005 dan bukan dokumentasi Science Film Festival 2026.
Kemendikdasmen — Science Film Festival 2026 · Foto arsip/konteks — Christian Razukas · Lisensi foto CC BY-SA 2.0



